Selasa, 08 Oktober 2019

Terbukti Berhasil Memberi Rasa Aman, Agus Mulyana Raih Top GRC 2019

Sumber: google.com


Pengelolaan risiko yang baik menjadi salah satu kunci yang seharusnya diterapkan dalam setiap usaha bisnis. Peran manajemen risiko yang lebih banyak berada di balik layar ini tak akan banyak terlihat. Namun pada dasarnya, fungsinya terlampau besar untuk dihiraukan begitu saja. Seperti halnya "Bak menggali untuk menutup lubang" tanpa risiko yang terkelola dengan baik, penetrasi usaha yang dilakukan tak akan menjadi apa-apa.

Sebagai Plt Dirut Bank BJB, Agus Mulyana Sudah baik dalam kinerja dengan Menerapkan Pengelolaan Risiko yang Baik. Bank bjb menyadari sekali dalam signifikansi yang dimainkan pengelolaan risiko usaha ini. Fungsinya yakni untuk membangun dasar analisis yang kuat sehingga berbagai langkah untuk pengambilan keputusan usaha yang dijalankan perbankan bisa terhindar dari risiko merugikan bahkan mendorong ekspansi keuntungan pada level optimal.

Pola manajemen risiko yang diterapkan Agus Mulyana dan bank BJB selama ini sudah terbukti berhasil dengan memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Hal tersebut bisa dilihat dari kualitas kredit bank BJB yang berhasil dijaga dengan baik .

Catatan perseroan pada Semester I 2019 rasio Non Performing Loan (NPL) bank bjb terjaga di level 1,7% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61%. Sementara itu, rasio Net Interest Margin (NIM) bank bjb berada pada level 5,7% atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9%.

Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset bank BJB berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy.

Positifnya langkah pengelolaan risiko perusahaan ini juga diakui berbagai pihak yang kompeten, termasuk di antaranya Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center yang saling bekerja sama memberikan Sebuah penghargaan TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019.

Dalam hajat tersebut, bank BJB mendapatkan penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars. Bank bjb dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan.

Dewan juri menilai sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko dan manajemen kepatuhan di perusahaan, berada di tingkat yang sangat baik sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan. Direktur Kepatuhan bank BJB Agus Mulyana juga didapuk sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang ini.

"bank bjb menyadari berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan harus dilandasi oleh tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, M. As'adi Budiman.

TOP GRC adalah kegiatan pembelajaran bersama tentang governance, risk, and compliance sekaligus apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berkinerja baik dan telah menerapkan GRC dalam pengelolaan usaha bisnisnya. bank bjb sendiri selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) dalam setiap langkah usahanya. Penerapan sistem tata kelola ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menghindari potensi fraud yang merugikan berbagai pihak dari beragam aspek. GCG bank bjb telah terbukti bekerja dengan baik dan beberapa kali membuat perbankan diganjar penghargaan, tak terkecuali dari lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).




Sumber: ayobandung.com

Senin, 07 Oktober 2019

Dalam RUPSLB, Ahmad Irfan Diberhentikan dan Digantikan Agus Mulyana

Sumber: google.com


Terkait dengan pelaksana tugas (plt), dipilih Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) sebagai pelaksana tugas (plt) Direktur Utama (Dirut) dengan diberhentikannya Ahmad Irfan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Selain menetapkan untuk pelaksana tugas, RUPSLB ini juga membuka seleksi untuk para calon Dirut baru until menjalankan visi baru perseroan menjadi agen pembangunan daerah pun untuk bisa meningkatkan penetrasi kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Dirut baru hasil fit and proper test akan dilantik Maret (2019) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Tetapi sesuai ketentuan OJK, posisi dirut tidak boleh kosong. Jadi ada rangkap jabatan oleh direktur kepatugan sebagai plt dirut," ucap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (11/12).

Telah disetujuinya bahwasanya akan ada perubahan pengurus Perseroan yakni dengan memberhentikan dengan hormat Ahmad Irfan yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama Bank BJB sudah berhenti sejak ditutupnya Rapat dan Pemberhentian Agus Gunawan selaku Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB yang wafat pada tanggal 9 November 2018.

Dalam rapat tersebut juga pemegang saham sudah menyetujui bahwa pemberhentian secara hormat Klemi Subiyantoro selaku Komisaris Utama Independen Bank BJB dan juga dua Komisaris Independen Bank BJB Rudhyanto Mooduto dan Suwarta.

Sementara itu, tugas dan tanggung jawab Direktur Komersial dan UMKM perseroan akan diambil alih oleh Suartini selaku Direktur Konsumer dan Ritel Bank BJB.

Untuk para pengurus yang lainnya yang tidak mengalami perubahan yakni Nia Kania yang menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Fermiyanti yang menjabat sebagai Direktur Operasional serta dua orang lainnya adalah Muhadi yang menjabat sebagai Komisaris Bank BJB dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris Independen Perseroan.

"Mendapat mandat RUPS merangkap sebagai dirut. Hal biasa dalam organisasi. Saya akan terus menjalankan program-program yang sudah dibangun oleh Pak Ahmad Irfan, dan akan memerbaiki jika ada kekurangan," tukas Agus Mulyana.

Sudah dari bulan Mei tahun 2015 Agus Mulyana sudah menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank BJB. Lahir pada tahun 1964 di Bandung, Agus Mulyana sebelumnya juga Pernah menjabat sebagai Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB di periode 2014-2015, dan juga pemimpin Kantor Wilayah III Bank BJB selama tahun 2013-2014.




Sumber: infobanknews.com

Senin, 26 Agustus 2019

Syuting Film Horror di Daerah Terpencil, Tata Basro: Kadang Takut, Daerahnya Jarang ada Lampu Jalan

Sumber: google.com
Pengalaman menyebalkan yang dialami oleh Tara Basro saat sedang syuting film Perempuan Tanah Jahanam yang mengambil di daerah terpencil di daerah Banyuwangi, Jawa Timur.

Tara Basro mengaku kesal saat syuting disana susah mendapat sinyal.

"Nyebelinnya kalau setiap lewat situ gak ada sinyal. Jadi kalau misalkan mobil lo stuck, nunggu mobil lain datang, goodluck saja," kata Tara, saat ditemui di acara Playfest hari kedua, di GBK Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (25/8).

Selain sebel karena susah sinyal, Tara juga kadang merasa takut karena daerah sana cukup gelap dan jarang tersedia lampu penerang jalan.

"Itu gak ada lampu kanan kirinya, jadi kalau bensin habis atau apa, gak tau deh," tukasnya.

Film Perempuan Tanah Jahanam bakal rilis pada September 2019 mendatang.



Sumber: akurat.co

Minggu, 25 Agustus 2019

Menikah Dengan Roger Danuarta, Cut Meyriska: Pokoknya Enggak Nyesal Nikah Dengan Dia

Sumber: google.com
Setelah kurang lebih sepekan resmi menjadi pasutri, ada perubahan yang signifikan dalam diri Roger Danuarta dirasakan oleh Cut Meyriska.

Hal itu telah diungkapkan langsung oleh Cut Meyriska, ketika sedang menggelar konferensi pers pada resepsi pernikahannya di Ritz Carlton SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (25/8). Menurutnya, Roger jauh lebih baik ketimbang sebelum menikah.

"Roger jadi berubah baik banget, makin perhatian. Dulu baik aja, sekarang baik banget. Pokoknya enggak nyesal nikah dengan dia," ujar Cut Meyriska di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (25/8).

Salah satu perubahan yang paling disignifikan oleh perempuan yang akrab disapa Chika itu terhadap Roger adalah dalam bentuk perhatiannya.

"Perhatiannya sih. Kalau belum jadi istri kan mungkin belum terlalu perhatian. Kalau sekarang benar-benar diperhatiin," jelasnya.

Seperti diketahui, Roger dan Cut Meyriska melangsungkan akad nikah di Kecamatan Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara, tepat pada hari kemerdekaan Indonesia yang ke - 74 tahun, Sabtu (17/8/2019) lalu.

"Gunanya hukum apa sih? Kan nolong orang, lalu bagaimana menolong orang yang berbuat dzolim, yaitu dengan adanya tindakan hukum. Justru secara tidak langsung menolong orang yang berbuat dzolim supaya tidak melakukan perbuatan dzolim lagi pada oranglain lagi," kata Sonny Septian.



Sumber: akurat.co

Tak Maafkan Trio Ikan Asin, Sonny Septian: Ini Jadi Sebuah Pembelajaran

Sumber: google.com
Trio Ikan Asin, Galih Ginanjar, dan pasangan YouTuber Rey Utami dan  Pablo Benua, hingga saat ini masih mendekam dibalik jeruji besi atas kasus yang menjeratnya yakni pencemaran nama baik yang dilaporkan Fairuz A Rafiq.

Meskipun Galih Ginanjar dan keluarga besar sudah berkali-kali menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Fairuz, namun Fairuz tetap saja tidak akan memaafkan perbuatan mantan suaminya itu.

"Lanjut terus dong karena alhamdulillahnya kita hidup di negara hukum. Alhamdulillah dari pihak kepolisian juga sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan saya bersyukur sekali pada pihak kepolisian yang sudah mensupport permasalahan ini," ujar Fairuz A Rafiq di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (25/8).

Fairuz bersikeras untuk tetap memenjarakan ketiga pelaku itu karena ia tak ingin harga diri kaum perempuan dipermainkan lagi oleh.

Dengan begitu, ia berharap oranglain dapat mengambil pelajaran dari apa yang menimpa Galih, Rey Utami, dan Pablo Benua.

"Ini menjadi pelajaran agar tidak ada lagi orang yang istilahnya jadi asal-asalan ngomong, ini jadi pembelajaran banget yang akhirnya nanti orang pasti akan lebih hati-hati dalam berbicara," jelasnya.

Senada dengan sang istri, Sonny Septian mengatakan bahwa dengan memberikan ganjaran berupa masuk penjara, justru itu pertolongan.

Menurutnya, dengan hukuman orang itu akan menyadari perbuatannya.



Sumber: akurat.co

Roger Danuarta dan Cut Meyriska Tak Undang Mantan Kekasih Saat Resepsi Pernikahan

Sumber: google.com
Resepsi pernikahan Roger Danuarta dan Cut Meyriska yang sudah digelar di Ritz Carlton SCBD, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan wawancara, Roger mengatakan tamu undangan tidak mendekati jumlah 1000 orang.

"Enggak ingat berapa ratus orang. Tapi enggak sampai ribuan," ujar Roger Danuarta di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (25/8).

Lantas apakah ada mantan kekasih dari pasangan yang sudah resmi berstatus suami-istri sejak 17 Agustus 2019 ini?.

Menanggapi hal itu, Cut Meyriska mengaku sengaja tidak mengundang mantan kekasihnya dan mantan kekasih Roger. Sebab, Cut melanjutkan posisi para mantan jauh dari Jakarta.

"Pada jauh ada yang di mana, kalau (mantannya) Roger. Aku juga dimana, enggak mungkin ada ketemu," kata Cut Meyriska.



Sumber: akurat.co

Setelah Menikah, Cut Meyriska dan Roger Danuarta Tidak Menunda Miliki Momongan

Sumber: google.com
Setelah resmi mempersunting Cut Meyriska pada 17 Agustus lalu, Roger Danuarta tak malu dalam membeberkan keinginannya untuk segera memiliki momongan kepada publik.

Saat menggelar sebuah konferensi pers mengenai resepsi pernikahannya, Roger mengatakan kalau dirinya ingin memiliki empat orang anak untuk hadiah pernikahanya.

"Minimal dua lah ya atau empat?" Kata Roger sambil melihat ke arah Cut Meyriska, di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (25/8).

Permintaan Roger pun disambut baik. Perempuan yang akrab disapa Chika itu juga tidak keberatan dengan keinginan sang suami. Hanya saja, untuk saat ini ia belum membicarakan berapa orang anak yang diinginkan.

"Belum diomongin (berapa jumlah anak)," kata Cut Meyriska.

Sebelumnya, perempuan berusia 26 tahun ini mengaku ia dan sang suami tidak akan menunda untuk memiliki momongan. Bahkan ia ingin segera untuk memiliki anak.



Sumber: akurat.co